Kembali
Pertanian Terpadu

Badung Agro Techno Park

Potensi kawasan pertanian terpadu untuk produksi, pascapanen, pembelajaran, dan agrowisata.

GAMBARAN UMUM

Badung Agro Techno Park

Laporan mengusulkan pendekatan bertahap yang menghubungkan budidaya kopi, kakao, bawang putih, bawang merah, dan cabai rawit dengan sortir, pengemasan, penyimpanan, edukasi, serta agrowisata. Tapak dan status lahan, komoditas utama, kapasitas, pengelola, serta model pendapatan belum dipastikan.

Kesiapan

Konsep awal

Bentuk kerja sama

Ditentukan setelah kajian
POTENSI INVESTASI

Dari tantangan menuju peluang

Lihat alasan pengembangan, pendekatan yang diusulkan, manfaat, dan komponen fasilitasnya.

01

Permasalahan

Potensi pertanian, perkebunan, dan wisata alam di Badung Utara memerlukan keterhubungan yang lebih kuat antara produksi, pengolahan, distribusi, serta akses pasar agar nilai tambah produk lokal berkembang.

02

Solusi

Mengembangkan pusat inovasi terpadu yang memadukan smart farming, pembibitan, pengolahan kopi, agrowisata edukatif, distribusi hasil, dan marketplace UMKM secara bertahap.

03

Manfaat

  • Produktivitas dan nilai tambah produk lokal berpotensi meningkat.
  • Petani dan UMKM memperoleh jalur promosi dan pasar yang lebih luas.
  • Aktivitas edukasi dan agrowisata mendukung ekonomi wilayah.
04

Fasilitas yang diusulkan

  • Lahan percontohan smart farming dan pusat pembibitan.
  • Unit pengolahan kopi modern dan pusat distribusi hasil pertanian.
  • Jalur trekking, coffee experience, serta stand dan marketplace UMKM.

Lihat juga

Lihat semua